Rabu, 01 Oktober 2014

81 Anggota DPR Aceh

Banda Aceh - Sebanyak 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) periode 2014-2019, hasil pemilihan 9 April, Selasa (30/9) dilantik dan diambil sumpah dalam sebuah sidang istimewa di gedung DPRA. Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan oleh Ketua Pengadilan Tinggi Aceh Chaidir. Dari jumlah tersebut ada dua anggota dewan baru itu telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Para anggota dewan itu selanjutnya dikukuhkan secara adat oleh Wali Nanggroe Aceh Malek Mahmud.
Hadir dalam acara tersebut gubernur Aceh Zaini Abdullah,unsur pimpinan daerah, mantan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, mantan Pj Gubernur Aceh Tarmizi A. Karim, politikus nasional dari Partai Golkar Akbar Tanjung.
Para anggota dewan itu dilantik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tertanggal 17 September 2014. 81 anggota DPRA yang dilantik berasal dari Partai Aceh (29 orang), Partai Golkar (9), Partai Nasional Demokrat (8), Partai Demokrat (8), Partai Amanat Nasional (7), Partai Persatuan Pembangunan (6), Partai Keadilan Sejahtera (4), Partai Gerindra (3), Partai Nasional Aceh (3), dan Partai Damai Aceh, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Bulan Bintang, serta PKPI masing-masing satu orang.
Dari 81 orang anggota DPRA yang dilantik, dua orang di antaranya tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan Ibadah Haji, yaitu Djasmi Has dan Siti Nafsiah. Selesai dilantik dan dikukuhkan oleh Ketua Pengadilan Tinggi/Tipikor Aceh, anggota DPRA itu juga dikukuhkan secara adat oleh Wali Nanggroe Malik Mahmud. Pengukuhan adat itu juga diiringi dengan prosesi peusijuek oleh pemuka adat.
Dalam sambutannya, Malik Mahmud mengajak para anggota DPRA terpilih agar selalu mementingkan aspirasi para konstituen selaku pemberi mandat yang telah menghantarkan mereka ke Parlemen.
“Rakyat Aceh telah memberikan mandat kepada saudara sekalian, untuk menyalurkan aspirasinya untuk bersama-sama dengan Pemerintah Aceh dan Pemerintah RI dalam menjalankan Dinul Islam, memajukan peradaban Aceh dan meningkatkan kualitas kesejahteraan rakyat dan Sumber Daya Manusia, serta menjaga keberlangsungan perdamaian Aceh dan perdamaian dunia,” ungkapnya.

Sumber : http://www.beritasatu.com

25 Anggota DPRK Aceh Barat Periode 2014 – 2019 Dilantik

MEULABOH. Sebanyak 25 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat periode 2014 – 2019, resmi dilantik dan diambil sumpah jabatan melalui Sidang Paripurna Istimewa, yang digelar di Gedung DPRK setempat, Senin (25/8).
Sidang Paripurna Istimewa dipimpin oleh langsung oleh ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf dan pembacaan sumpah jabatan dipandu oleh ketua Pangadilan Negeri Meulaboh, Rahmawati, SH yang disaksikan oleh Danrem 012 Teuku Umar, Bupati Aceh Barat, Dandim 0105 Aceh Barat dan Kapolres Aceh Barat.
Sebelum pengambilan sumpah, Sekretaris Dewan, Drs. Adi Mirza membacakan Surat Keputusan Gubernur Aceh, Nomor : 171.2/639/2014, tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.
Ishak Yusuf dalam sambutannya mengatakan, anggota DPRK Aceh Barat periode 2009 – 2014, selama pengabdiannya telah banyak menyelesaikan program-program DPRK, baik program legislasi, pengawasan maupun pembahasan anggaran.
Namun, kata Ishak, masih ada program-program yang belum terselesaikan dan ia meminta kepada anggota dewan yang baru, agar melanjutkan kembali program-program yang telah disusun oleh anggota dewan yang akan habis masa jabatannya.
“Masih ada program dewan yang belum terselesaikan dan kami meminta kepada anggota dewan yang baru ini, agar melanjutkan kembali program-program tersebut,” pintanya.
Ishak juga mengatakan, selama kepemimpinannya di DPRK Aceh Barat, telah melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua anggota dewan, yakni Ibrahim Husen, SE dari Partai Rakyat Aceh (PRA) yang digantikan oleh Yusri. D dan Alm. Ir. T. Risman dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang digantikan oleh H. Said Rizal Syarif.
Bupati Aceh Barat, H T Alaidinsyah (H. Tito) pada sambutannya mengatakan, agar roda pemerintahan berjalan dengan baik dan optimal, diperlukan hubungan kemitraan yang harmonis antara Eksekutif dan Legislatif.
Ia berharap, anggota DPRK periode 2014 – 2019 untuk bersinergi saling bahu membahu memberikan kontribusi bersama dengan pemerintah dalam menunaikan amanat rakyat membangun Aceh Barat yang lebih sejahtera.
“Untuk mewujudkan itu semua, tentunya harus memiliki komitmen bersama, kepentingan masyarakat menjadi tujuan utama bukan mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Sementara, Ramli, SE saat melanjutkan Pimpinan Sidang Paripurna Istimewa, mengatakan anggota DPRK periode 2014 – 2019 akan siap mengabdi dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta siap melanjutkan program anggota dewan periode yang lalu.
“Kami siap mengabdi dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta siap melanjutkan program-program anggota dewan pada periode yang lalu,” ujarnya.
Adapun 25 Anggora DPRK Aceh Barat periode 2014 – 2019 yang dilantik diantaranya, Said Mahdani, SE, M.Si.Ak (PAN), Tata Irfan (PAN), Nasruddin (PAN), Ilyas Yusuf, S.Pd.I (PAN), Ramli, SE (PAN), Abdul Rauf, SE (PAN), Samsi Barmi (PA), Dahlan (PA), H. Ramli. MS, S.Pd, M.Si (PA), Nurhayati, S.Pd (PA), Banta Lidan, S.Pd.I (PA), H. Kamaruddin, SE (Golkar), Azhar (Golkar), Ali Hasyimi (Golkar), Usman (Golkar), Mawardi (Demokrat), Herman, SE (Demokrat), Erliana (Demokrat), Tgk. Syarifuddin Uhat, S.Pd.I (PPP), Tgk. H. Mawardi Basyah (PPP), Asrial Gutama (PPP), H. Bustan Ali. B.Sc (PDIP), Masrizal, S.Si (PKS), Sahurdi. MS (NasDem), Nasri, S.Sos (PKB). (Red/Za)

Sumber : http://diliputnews.com


Anggota DPR Aceh Periode 2014-2019 Dilantik




Banda Aceh: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh melaksanakan Rapat Paripurna Istimewa Peresmian Pengangkatan dan  Pengucapan Sumpah, para Anggota DPR Aceh terpilih untuk periode tahun 2014-2019, Selasa (30/9/2014).

Acara pengambilan sumpah dilakukan oleh H Chaidir SH MH, selaku Ketua Pengadilan Tinggi/TIPIKOR Aceh, kepada 81 orang anggota DPRA periode 2014-2019, yang 11 orang diantaranya adalah perempuan.

Dari 81 orang anggota DPRA yang dilantik, dua orang diantaranya tidak dapat menghadiri acara pelantikan dan pengambilan sumpah karena sedang melaksanakan Ibadah Haji yaitu  Drs H Djasmi Has dan Siti Nafsiah SAg.
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Aceh, Dr H Zaini Abdullah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dan menjaga suasana damai yang tercipta selama pelaksanaan Pemilu legislatif yang lalu.

“Terima kasih  kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya pelaksanaan Pemilu yang demokratis, lancar dan damai.” tandasnya. Mendagri juga menekankan, secara konseptual maupun legal formal, kedudukan DPRD merupakan bagian integral dari Pemerintahan Daerah.

Karakter DPRD dalam konfigurasi Negara Kesatuan (Unitaris-red) memiliki corak yang berbeda dengan kedudukan lembaga legislatif di negara-negara federal yang menganut pemisahan secara absolute hingga ke tingkat local atau regional.

“Oleh karena itu, dalam Undang-undang nomor 32 tahun 2004, tentang Pemerintahan daerah dan Undang-undnag nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, DPRD di Aceh disebut juga DPRA dan DPRK, yang diletakkan sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan daerah yang bermitra sejajar dengan Kepala Daerah.”jelas Gamawan Fauzi.

 Lebih lanjut Mendagri menekankan, sebesar apapun kepentingan partai politik, hendaknya para anggota DPRA yang baru dilantik ini dapat menempatkan kepentingan publik secara luas diatas kepentingan partai politik. “Jikalau boleh diibaratkan, lembaga DPRA adalah pantai, maka rakyat adalah lautannya dan pengabdian itulah samudranya.”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gamawan Fauzi  juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota DPRA periode 2009-2014 atas pengabdian serta jasa-jasanya terhadap bangsa dan negara. “Selamat kepada anggota DPRA periode 2014-2019 yang baru saja dilantik. Semoga dapat menjalankan amanah dan tugas dengan sebaik-baiknya.” pungkasnya. (Syahril A/AKS) 

Sumber : http://www.rri.co.id

Pemkab Aceh Barat Usul Perubahan APBK Rp. 1,05 Triliun

Humas - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, mengajukan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) 2014 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Barat H.T Alaidisnyah kepada Wakil Ketua DPRK Herman Abdullah senin 11 Agustus 2014.
Bupati Aceh Barat, dalam sambutannnya mengatakan, perubahan APBK 2014 ini didasari oleh kebijakan umum anggaran dan penetapan plafon anggaran sementara perubahan yang telah dilakukan pembahan bersama sebelumnya. dalam rancangan perubahan APBK ini, terdapat beberapa kebijakan yang dijadikan indikator perubahan anggaran diantaranya penyesuain gaji PNSD, pemberlakuan program jaminan kesehatan nasional (JKN) dan adanya penambahan dan pergeseran anggaran antar unit instansi.
Disamping itu, masih dalam pidato yang dibacakan oleh H.T. Alaidinsyah, yang mengatakan adanya peningkatan dari tahun ke tahun terhadap penetapan APBK Aceh Barat "kami optimis roda pemerintahan di Aceh Barat berjalan efektif dan cukup stabil" ungkapnya.
Tercatat dalam sejarah, untuk pertama kalinya APBK Aceh Barat diajukan dalam nonimal 13 digit atau bernilai trilinan rupiah. dengan rincian besarnya : Pendapatan dari 842 milyar meningkat menjadi 985,4 milyar, Belanja dari 853,7 milyar menjadi 1,05 triliun, dan pembiayan silpa dari 11,6 milyar menjadi 65,8 milyar.  
Pembukaan rapat paripurna ketiga DPRK Aceh Barat yang dihadiri unsur muspida dan para kepala SPKD ini, langsung dilaksanakan pembahasan dengan agenda yang telah ditetapkan, dijadwalkan berlangsung selama sepekan dan diharapkan pembahasan berjalan lancar hingga ditetapkan menjadi Qanun Aceh Barat.(jopi)

Sumber : http://www.acehbaratkab.go.id/

5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh Barat (Meulaboh)

Sungguh ini panorama pemandangan di daerah lhoksemawe. ini dia 5 tempat wisata terindah di Aceh barat versi blogger anak aceh.
1. Pantai Lhok Bubon
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh
Objek Wisata Pantai Lhok Bubon berada di Kabupaten Aceh Barat yang berlokasi di desa Bubon,Provinsi Aceh. Jarak tempuh ke Pantai Lhok Bubon sekitar 8 km dari kota Meulaboh. Pantai Lhok Bubon ini terkenal sebagai daerah penghasil makanan laut, dan selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya yang datang untuk menikmati segarnya makanan laut sekaligus menikmati alam pantainya. Selain merupakan tempat tujuan pariwisata, tempat ini menjadi lahan penambahan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya,


2. Pantai Suak Ribee
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh
Pantai Suak Ribee merupakan salah satu tempat rekreasi yang terdapat dipesisir kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat .Pantai Suak Ribee banyak di kunjungi oleh berbagai unsur masyarakat baik orang dewasa, remaja maupun anak-anak. Pantai suak ribee biasanya ramai pada sore hari maupun pada hari –hari libur. Sebelum bencana tsunami Pantai suak ribee adalah tempat rekreasi yang sangat indah dan menarik.Disepanjang jalan di pinggiran pantai berbaris pohon kelapa dan pohon cemara.disana juga banyak terdapat tempat-tempat untuk peristerahatan seperti café-café yang berjejer di sepanjang jalan. Pemandangan di sore hari sangatlah indah selain menikmati semilir angin yang sepoi-sepoi kita juga dapat melihat pemandangan matahari tenggelam pada matahari senja.
3. Mesjid Agung Kota melaboh
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh
Masjid Agung Meulaboh Arsitektur bangunan Masjid Agung Meulaboh sangat indah dengan kubahnya yang berwarna dominan terang menjadikan masjid ini sangat indah dipandang mata.
Masjid Agung ini merupakan masjid kebanggaan dari Kabupaten Aceh Barat, tepatnya Jl.Imam Bonjol, Kota Meulaboh.
Karena letaknya dipusat kota Meulaboh, dengan mudah dapat dijangkau dengan kendaraan umum ataupun kendaraan roda dua.
Banyak wisatawan lokal maupun asing yang berkunjung ke mesjid indah ini datang untuk beribadah maupun hanya untuk menikmati keindahan arsitektur mesjid ini.
4. Pantai Cemara
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh
Pantai Cemara Indah Selain pasir pantainya putih yang indah, disini juga tersedia Taman Rekreasi, yang merupakan salah satu objek wisata rekreasi keluarga. Pantai Cemara Indah ramai di kunjungi tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya saja, tetapi juga dari luar daerah, terutama di hari-hari libur dan akhir pekan. Lokasi wisata ini sedang dalam tahap pembangunan yang nantinya akan menjadi objek wisata yang terus berkembang. Fasilitas yang tersedia saat ini adalah warung makan, balai tempat berteduh, bangku taman, tempat permainan anak, lapangan olah raga dan musholla. Di samping itu pelayanan sarana air bersih, listrik,dan telepon juga tersedia di lokasi wisata ini.
5. Pantai batee Puteh
5 Tempat Wisata Terindah Di Aceh
Objek Wisata Pantai Batee Puteh yang indah ini terletak di kabupaten Aceh Barat. Lokasi Pantai Batee Puteh kira-kira 3 km dari kota Meulaboh. Pantai Batee Puteh ini sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat pada saat liburan untuk berenang atau hanya sekedar menikmati keindahan pemandangannya. Merupakan tempat liburan yang cocok bagi keluarga, selain itu pantainya yang putih dan bersih menambah daya tarik kawasan wisata ini.